Replace NURSUNG13

Sunday, May 11, 2014

Review Album : Whitechapel - Our Endless War (2014)


Tracklist : 
1. Rise
2. Our Endless War
3. The Saw Is The Law
4. Mono
5. Let Me Burn
6. Worship The Digital Age
7. How Times Have Changed
8. Psycopathy
9. Blacked Out
10. Diggs Road
11. A Process So Familiar (Bonus Track)
12. Fall of The Hypocrites 

"Our Endless War" yang merupakan album kelima dari pionir deathcore asal Amerika Serikat, Whitechapel, sedang menjadi perbincangan hangat bagi para metalheads dunia. Pasalnya, album yang dirilis pada 29 April lalu ini berhasil menempati posisi 10 di chart Billboard 200 dan berhasil mengalahkan album Shakira yang berada di nomor 12. Di minggu pertama penjualannya, album rilisan Metal Blade Records itu berhasil menjual lebih dari 16.000 kopi. Memang merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa bagi band underground sekelas Whitechapel.

Berbeda dari album-album sebelumnya, pada "Our Endless War", Whitechapel berhasil slow down dari segi tempo seperti pada lagu "The Saw Is The Law", namun masih terdapat beberapa lagu 'ngebut' yang berhasil mereka hadirkan dengan komposisi yang lebih fresh seperti pada lagu "Blacked Out", "Fall of The Hypocrites", dll. Jika pada album-album sebelumnya Whitechapel kental dengan unsur technical-nya, "Our Endless War" hadir dengan elemen hardcore yang lebih dominan dan breakdown yang lebih variatif dan groovy seperti pada lagu yang berjudul "Our Endless War" pula. Phil Bozeman cs mampu mengembangkan musik mereka dengan menyuntikan sesuatu yang baru, namun mereka juga berhasil mempertahankan identitas asli mereka. Breakdown dan vokal Phil Bozeman yang rendah dan menyeramkan bagaikan monster itu masih menjadi ciri khas band asal Tennesse tersebut. Selain itu, riff gitar pada album ini juga lebih unik dan sadis seperti pada "Psycopathy". Salah satu yang menarik dari album ini adalah Ben Harclerode sang drummer yang mampu menghadirkan banyak teknik gospel chops yang membuat album semakin menarik dan segar untuk dinikmati. Jika pada album "Whitechapel" (self-titled) yang dirilis pada 2012 lalu mereka banyak mengusung unsur progressive, yaitu odd time signature, "Our Endless War" jauh lebih sederhana dan lebih groovy. Dari segi lirik, album ini banyak banyak bercerita tentang kritik pemerintahan dan kritik sosial.

Album ini sangat cocok untuk kalian yang menyukai genre metal-hardcore seperti Hatebreed dan Earth Crisis, cocok untuk para pecinta deathcore karena banyak terdapat breakdown-breakdown groovy yang headbang-able, dan juga cocok untuk para pendengar musik death metal karena Whitechapel masih mampu merpertahankan unsur technical-nya.

Tuesday, April 22, 2014

Pengangguran Pasca UN (Part 2)

Dalam cerita 'pengangguran' kali ino saya akan bercerita tentang..

1. Tes di Univ. Moestopo
Pada hari Jumat, 19 April lalu saya nginep di rumah nenek saya karena besoknya harus sampai di Univ. Moestopo pada pukul 9 pagi. Di perjalanan menuju rumah nenek saya, ketika sedang ingin menunggu bus APTB, saya bertemu dengan dua orang wota. Ya. Dua orang wota radikal bernama Andre dan Anwar. Mereka ingin 'beribadah' (baca : teateran) di kuil bernama fx itu. Setelah capek ngebacotin mereka untuk tobat selama di bus, saya pun sampai di rumah nenek tercinta pada pukul 3 sore.

Keesokan paginya, saya berangkat menuju Univ. Moestopo dengan bekal mental dan perut kembung karena mabok aqua. Karena selain tes tertulis, ada pula tes kesehatan dan tes urin. Denger-denger kalo mau tes urin itu harus mabok air mineral dulu. Seharusnya jam 8.30 saya sudah bisa duduk manis di ruang tes. Namun, karena iseng nyoba motong jalan lewat belakang parkiran Ratu Plaza, maka saya pun nyasar. Maksud hati ingin nembus ke STC, malah nembus ke Plaza Senayan. Maka saya pun nyampe Univ. Moestopo pada pukul 08.56 dengan kondisi mandi keringet. Untungnya, di ruang tes isinya AC semua. Jadi, dalam hitungan detik, keringet saya mengering seketika.

"Yak silahkan mengerjakan soal tes tertulis yang ada di meja kalian. Jangan lupa isi nama lengkap dan nomor peserta." Kata om-om yang ngawas ujian.

"Siap om." Jawab saya dalam hati.

Tes tertulis 1 : Bahasa Inggris (30 Soal)
PIECE A CAKE..

Tes tertulis 2 : Bahasa Indonesia (30 Soal)
PIECE A CAKE..

Tes tertulis 3 : Pengetahuan Umum (40 Soal)
10 soal pertama : PIECE A CAKE..
10 soal kedua : PIECE A CAKE..
10 soal ketiga : PIECE A CAKE..
10 soal terakhir : PIECE A SHIT..

Ya. Ada beberapa soal pengetahuan umum yang bikin saya merem-melek. Seperti "Hari Koperasi diperingatkan setiap tanggal.." Atau "Idul Fitri 17982 H jatuh pada tanggal.."

Kelar tes tertulis, setiap calon mahasiswa dikasih sekotak berlogo "Holland Bakery" berisi 2 buah roti dan dipersilahkan turun untuk melakukan tes kesehatan.

"Muhammad Nur Islam Rosyad Sungkar" Panggil seorang om-om. Saya berdiri dan masuk ke dalam lab. Pertama, cek tekanan darah. Kedua, cek detak jantung. Ketiga, saa dikasih seekor gelas tabung kecil. "Kencing sana." Kata suster. Saya pun berjalan mengikuti calon mahasiswa perempuan yang juga disuruh kencing.

"Eits, kalo laki-laki kencingnya di atas." Kata suster.
"Yaudah temenin." Pinta saya.
"PLOK!" Saya digampar suster.

Setelah digampar, saya pun naik ke toilet di lantai 2 untuk pipis. Di depan pintu toilet ada seorang om-om yang ngejagain.

"Pak, mau tes urin." Kata saya.
"Oh iya silahkan." Jawab si om-om.
"Oke." Kata saya.

Saat mau mengunci pintu toilet, si om-om berbisik "Gak usah ditutup, buka aja pintunya."

JENG-JENG!!!

Mendadak saya merinding disko sambil teringat kasus pencabulan di JIS.

"Loh.. Emang ke-kenapa pak?"
"Nggak. Untuk menghindari kecurangan aja."
"Oalah.. Saya kira saya mau disodomi."
"APA?!"
"Soto mie. Saya abis dari sini mau makan soto mie."

Setelah urin saya tertampung di dalam gelas tabung tersebut, saya turun ke bawah. Kata salah satu panitia, saya disuruh kembali kesana pada hari Kamis untuk mengambil hasil tes. Maka dengan perasaan plong tiada tara karena gak jadi disodomi, saya pun meninggalkan Univ. Moestopo dan sebelum pulang mampir ke benhil dulu untuk mencabuli sepiring mie ayam yang super wuenak itu.

2. Being A Vegan
Terhitung sejak Selasa, 22 April 2014, saya resmi nyoba jadi vegetarian walaupun saya sudah memprediksikan bahwa akan gagal dalam waktu kurang dari 24 jam. Doakan saja supaya lancar. Aamiin.


Friday, April 18, 2014

Pengangguran Pasca UN

Kemarin, H+1 UN 2014, merupakan hari perdana saya menjadi pengangguran setelah 'berdarah' menghadapi UN pada 14-16 April lalu. Dan pada pagi itu saya dibangunkan oleh suara Ayah saya yang sedang menelepon.

"Halo. Selamat pagi. Dengan Universitas Moestopo? Saya mau mendaftarkan anak saya ke FIKOM."

Kira-kira seperti itu lah Ayah saya berbicara di telepon. "Universitas Prof. Dr. Moestopo? Gak salah tuh?" Pikir saya. Lalu setelah Ayah saya menutup telepon, saya menanyakan hal tersebut ke beliau.

"Abah mau daftarin uis ke Moestopo?"
"Iya. Nanti lo ke sana ya beli formulir. Hari Minggu tes."
"Loh? Universitas Bung Karno gimana nasibnya?"
"Lupakan Universitas Bung Karno. Gua ragu soal kualitasnya."

Mendengar perkataan Ayah saya itu, saya langsung berpikir perjuangan saya ke Universitas Bung Karno untuk membeli formulir di siang bolong minggu lalu itu ternyata sia-sia. Tapi gak papa. Setelah saya browsing memang Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kualitasnya tak perlu diragukan lagi. Bahkan salah satu jurnalis idola saya Wendi Putranto merupakan alumni universitas tersebut. Dari segi harga juga cukup jauh dibandingkan dengan Universitas Bung Karno yang uang masuknya hanya sekitar Rp. 2,5 juta dan SPP perbulan Rp. 350 ribu. Di Universitas Moestopo uang masuknya hampir menyentuh angka Rp. 16 juta dan Rp. 4 jutaan per semester. Harga tersebut memang cukup terasa berat bagi keluarga saya. Namun, Alhamdulillah Ayah saya ngomong "Gua akan fight demi masa depan lo." Makasih bah :')

Tepat pukul 11.00, saya berangkat menuju Universitas Moestopo yang terletak di kawasan Senayan. Setelah hampir 2 jam di perjalanan, saya sampai di sana dan langsung masuk ke ruang administrasi PMB Universitas Moestopo. Proses pengisian formulir hanya memakan waktu sekitar 5 menit dan setelah menyerahkan uang sebesar Rp. 300 ribu untuk formulir, saya bisa langsung pulang membawa kartu tes yang harus saya bawa kembali pada saat tes hari Minggu.


Karena baru nyampe udah disuruh pulang lagi, saya memutuskan untuk mampir ke rumah nenek saya di Tanah Abang sekalian mampir makan siang di Pasar Benhil. Saya juga sekalian menanyakan soal nasib KTP saya. Katanya sih udah jadi, tapi Pak RT-nya lagi ke Bogor. Yo wes lah kapan-kapan aja..

Pukul 15.30, saya pamit pulang kepada nenek dan tante saya. Saya naik mikrolet ke Karet untuk naik TransJakarta. Di halte TransJakarta Karet itu lah saya benar-benar baru pertama kali merasakan kekacauan kota Jakarta di jam pulang kantor. Jalan Jendral Sudirman macet parah di kedua arah! TransJakarta yang lewat selalu penuh! Sementara orang yang mengantri di halte sudah membludak! Benar-benar chaotic! Setelah sejam lebih saya berdiri, akhirnya ada satu bus TransJakarta yang cukup lega. Namun pada saat masuk, puluhan orang yang mengantri di belakang saya juga ikut masuk dan saya pun berdiri sambil desak-desakan di dalam bus. Pada saat di dalam bus, sejauh mata memandang hanyalah orang-orang berkemeja kantoran yang jumlahnya buanyak banget. Kekacauan kedua terjadi kembali di Semanggi. Ya. Macet! Perjalanan Semanggi - Cawang yang biasanya hanya memakan waktu 10-15 menit, sore itu memakan waktu hingga 1,5 jam! Dan saya berdiri! Pada saat masuk tol saya kira penderitaan saya akan segera berakhir, namun kenyataannya tidak. Di tol juga macet. Setelah berdiri selama sejam selama macet di tol, bus tersebut keluar tol Cibubur. Saya kembali berpikir bahwa penderitaan saya akan segera berakhir. Namun, Tuhan berkehendak lain. Dari pintu tol Cibubur menuju Nagrak pun macet parah! Dan pada akhirnya saya menginjakkan kaki di rumah pada pukul 20.15 malam! Hampir 5 JAM PERJALANAN BERDIRI DI DALAM BUS! BAYANGKAN! Saya langsung buru-buru menjatuhkan diri ke kasur dan pada saat ngulet, terdengar suara "Kretek-kretek-kretek." Dan disusul suara "Brot!"

Wednesday, April 16, 2014

UN 2014 : Day 3

Kalo hari ini saya julukin "The Last Day of Misery" atau bahasa gaulnya "Hari Terakhir Penderitaan". Jadi hari ini segala hal-hal yang membuat saya merana seperti bangun jam 4 pagi dan belajar sampe sakit kepala, semuanya akan berakhir! Dan pada hari ini saya bangun dengan semangat ekstra dibandingkan dengan 2 hari sebelumnya. Kalo 2 hari sebelumnya biasanya kalo saya dibangunin alarm jam 4 pagi, kayaknya rasanya sediiiiih banget. Jam segitu kan lagi enak-enaknya berpetualang di alam bawah sadar. Tapi pagi ini, saya bangun langsung nyengir, 2 detik kemudian galau lagi karena inget hari ini UN Ekonomi, eh nyengir lagi pas keinget selain Ekonomi, ada Bahasa Inggris juga.

Dan sekali lagi, hari ini saya kembali menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di SDN 02 Nagrak. Tapi kali ini saya bareng Bagus karena semalem dia nginep di rumah saya. Bukannya belajar, eh malah ngomongin JKT48. Dasar wota! Yaudah saya tinggal tidur aja. Oke, back to the topic. Seperti biasanya, bel berbunyi tepat pukul 7 dan kami kembali memasuki penjara guantanamo ruangan. Pelajaran pertama adalah Bahasa Inggris. Dari hari senin, hampir semua penghuni ruangan saya pada ngomong, "Eh ris Bahasa Inggris listening-nya kasih tau yak." Ada juga yang ngomong, "Plis ris, Bahasa Inggris ya. Jangan sampe enggak." Sampe yang lebay, "Ris, nasib masa depan gua ada di lo." Dan saya hanya menjawab "Iye." Jujur, kadang saya merasa kesal dengan sikap teman-teman saya yang selalu menggantungkan nasibnya kepada saya ketika pelajaran Bahasa Inggris. Nama "Nuris" selalu menjadi trending topic ketika kelas Bahasa Inggris, maupun ulangan. Dan ketika pelajaran/ulangan Matematika dimulai, saya membusuk. Tidak ada satu pun dari mereka yang boro-boro memikirkan nasib saya, menyadari keberadaan saya pun mungkin tidak. Mereka semua sibuk dengan coret-coretannya masing-masing, asyik menyelesaikan soal-soal Matematika yang tidak mampu saya kerjakan itu. Namun ketika Bahasa Inggris, saya baru mau fokus membaca soal aja mereka udah nyolek-nyolek, nepuk-nepuk, manggil-manggil, pokoknya pengen banget diwaro deh sama saya. Tapi karena saya bukan orang yang egois, maka saya ikhlas dengan sepenuh hati untuk membantu mereka. Sedangkan mereka? Egois? Oportunis? Hmm..

15 soal pertama untuk UN Bahasa Inggris adalah listening section. Dan saya bersyukur speakers untuk listening section hari ini aksen pengucapannya sangat jelas. Walaupun terdengar seperti aksen Irish (Irlandia), namun terdengar sangat jelas. Tidak seperti speakers untuk try out beberapa bulan lalu yang aksennya terdengar seperti gabungan antara Britisih, Sundanese, dan Alienese. Setelah leher saya bengkok karena kebanyakan nengok ketika dipanggil-panggil oleh teman-teman, saya langsung ngerjain soal nomor 16 sampai 50 dengan cukup mudah dan lancar, Alhamdulillah. Kali ini sistem 20 paket benar-benar menguntungkan saya karena saya bisa fokus 100% ketika mengerjakan soal Bahasa Inggris tanpa harus mempedulikan teman-teman karena paketnya beda semua. Pada pukul 09.30, kami keluar ruangan untuk beristirahat.

Seperti 2 hari sebelumnya, topik pembicaraan ketika istirahat masih seputar kunci jawaban. Menurut mereka, kunci jawaban Bahasa Inggris tidak ngaco seperti kunci jawaban Matematika. Saya sudah muak melihat wajah-wajah mereka yang selalu geleng-geleng kepala ketika saya tanya apakah mereka punya kunci jawaban atau tidak, dan ketika istirahat mereka pada gembar-gembor tentang kunci jawaban terlaknat itu. Jujur aja lah kalo punya kunci jawaban, toh saya gak bakal minta kok (kecuali Matematika ya, itu pun gak ada yang mau ngasih saya) apalagi ngaduin ke guru, gak bakal lah. Paling cuma saya sindir lewat sini aja.

Sejam kemudian, kami kembali bertempur melawan Ekonomi yang merupakan pelajaran terakhir yang diujikan di UN! Namun sayangnya, saya juga tidak begitu menguasai pelajaran tersebut sehingga ada sekitar 10-15 soal yang saya kerjakan dengan metode mengarang indah. Ketika detik-detik terakhir sebelum bel berbunyi, entah mengapa saya deg-degan. Dan ketika bel berbunyi, saya langsung lega tiada tara. Saya benar-benar 'plong' secara lahir batin. Ibaratnya tuh kayak orang yang nahan berak selama berjam-jam dan ketika jongkok di kamar mandi "Brobot!" kayaknya legaaaaa banget. Nah kurang lebih seperti itu lah perasaan saya ketika bel berbunyi yang menandakan bahwa UN 2014 telah selesai!

Ketika meninggalkan ruangan, kami tidak boleh langsung pulang karena ada pengumuman dari Bunda Nina, sang kepala sekolah. Pengumumannya adalah bahwa hasil kelulusan akan dikirimkan ke rumah masing-masing melalui Pos Indonesia pada tanggal 20 Mei. Selain itu Bunda Nina juga menyuruh kami masuk sekolah pada hari senin untuk membawa amplop berisi alamat lengkap dan uang sebesar 7 ribu rupiah untuk dibelikan materai. Dan pesan terakhir Bunda Nina adalah.. "Jangan pilok-pilokan dulu ya."

Saya gak peduli mau pilok-pilokan atau tidak, yang penting hal yang tidak bisa hilang dari pikiran saya selama setahun terakhir ini, telah usai! Dan sekarang tinggal menjadi pengangguran sambil gelisah menunggu pengumuman kelususan. Kesimpulannya, UN tahun ini walaupun dengan sistem barcode dan 20 paket, masih terdapat kecurangan-kecurangan. Seperti yang dikatakan oleh teman saya yang merupakan siswa SMA "tetangga" : "Gua di kasih kunci jawaban sama pihak sekolah, gratis. Pengawasnya juga dibayar. Jadi kalo kita ketauan lagi ngeliat kunci jawaban, pengawasnya cuma bilang "Main yang cantik ya."" Sekolah saya sendiri, walau pun pihak sekolah sama sekali tidak memberikan kesempatan apa pun untuk melakukan kecurangan, namun tetap saja masih ada oknum-oknum liar yang mencoba untuk melakukannya. Dan yang menjengkelkan saya adalah ketidakadilan yang benar-benar saya rasakan. Saya dan teman-teman lain yang mengerjakan soal UN dengan jujur harus 'mengarang indah' ketika mengerjakan soal-soal tertentu, walau pun kami belajar keras sebelumnya. Namun mereka para pemegang kunci jawaban yang boro-boro belajar, inget UN aja nggak, dengan seenak jidat mengerjakan soal-soal UN dengan bantuan kunci jawaban dan ironisnya ketika ditanya cuma geleng-geleng kepala. Saya sama sekali gak iri pengen punya kunci jawaban, tapi saya kesel udah belajar keras eh ujung-ujungnya mengarang indah. Sedangkan mereka yang tidak belajar.. Tapi gak papa lah.. Saya pede kok dengan hasil murni nilai UN saya nanti. Karena saya BELAJAR!!! walaupun dengan Sistem Kebut Seharian. Dan tak lupa saya berdoa semoga SMA Negeri 2 Gunung Putri LULUS UN 100% DENGAN NILAI YANG SEBAIK-BAIKNYA! AAMIIN!



Tuesday, April 15, 2014

UN 2014 : Day 2

Jadi ceritanya hari ini saya bangun pagi dengan mata melotot. Bukan. Bukan karena ngompol, tapi karena hari ini UN Matematika. Sebagaimana yang kita ketahui, untuk urusan Matematika, kecerdasan saya tak perlu diragukan lagi. Saking cerdasnya, sampai-sampai saya diberi gelar "Siswa Ter-Tolol Untuk Pelajaran Matematika" dan Alhamdulillah gelar tersebut masih saya pertahankan hingga sekarang.

Karena kemarin saya datang ke sekolah terlalu pagi, maka hari ini saya sengaja berangkat ke sekolah pukul 05.30. Dan ternyata saya kembali menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di SDN 02 Nagrak. Waktu menunjukkan pukul 06.10 dan saya masih planga-plongo seorang diri di depan kelas, hingga 10 menit kemudian, teman-teman saya datang satu per satu. Topik obrolan pagi itu masih seputar kunci jawaban. Salah seorang teman yang kemarin berjanji untuk memberikan kunci jawaban kepada saya, tak kunjung datang hingga bel berbunyi. Akhirnya dengan kepasrahan maksimal, saya masuk kedalam kelas, berdoa, dan mulai mengerjakan soal Matematika. MATEMATIKA, SODARA-SODARA!

Ketika melihat soal pertama, dalam hitungan detik saya bisa merasakan adanya kontraksi di dalam perut saya. Ya.. Saya mules ketika baru melihat soal nomor 1. Setelah melihat keseluruhan soal, saya pun mengeluarkan busa dari anus. Saya cuma bisa mengerjakan 7 dari 40 soal. Itu pun belum tentu benar. Saya melihat keadaan sekitar dan seketika terlihat kesuraman yang teramat sangat. Teman-teman saya terlihat seperti anak-anak kekurangan gizi yang baru saja menelan pil koplo. Mereka planga-plongo dengan soal Matematika dihadapannya. Melihat tidak adanya kemungkinan untuk mendapat mukjizat, maka saya memutuskan untuk mengerjakan 33 soal yang tersisa dengan metode mengarang indah. Kertas coret-coretan saya pun random tiada tara. Saya pasrahkan semuanya kepada ALLAH SWT :')


Pukul 09.30, saya bersama teman-teman kurang gizi saya, keluar meninggalkan ruangan untuk beristirahat selama 1 jam. Wajah-wajah para pemegang kunci jawaban pun ternyata 11-12 dengan wajah-wajah kurang gizi. Ternyata kunci jawaban yang mereka agung-agungkan itu.. NGACO!!! Saya menunjukkan ekpresi berduka yang sangat dalam, dan bersyukur karena saya tidak ikutan beli kunci jawaban yang harganya setara dengan 5 kardus Indomie tersebut. Sejam kemudian, kami kembali masuk ruangan untuk mengerjakan Sosiologi.

Hanya ada satu kata yang bisa mendeskripsikan proses saya dalam mengerjakan Sosiologi : MERDEKA!!! Ya! Merdeka, sodara-sodara! Berkat doa dan 'darah' yang saya kuras dalam Sistem Kebut Seharian, Alhamdulillah saya dapat mengerjakan soal Sosiologi dengan mudah dan lancar.

Sesampai saya di rumah, saya kembali melaksanakan Sistem Kebut Seharian untuk pelajaran Bahasa Inggris dan Ekonomi. Saya tidak bisa fokus belajar karena kepikiran bagaimana nasib nilai Matematika saya nanti. Tapi di waktu yang bersamaan, saya juga bahagia karena besok adalah hari terakhir UN dan setelah itu saya bisa jingkrak-jingkrakan sepuasnya! Woohoo!

UN 2014 : Day 1


Pada Minggu, 13 April lalu, saya cukup 'berdarah' karena memaksa diri untuk bersenang-senang dengan latihan soal Bahasa Indonesia dan Geografi. Pada Minggu kelam itu, saya belajar mulai pukul 9 pagi, hingga pukul 7 malam dan hanya berhenti untuk solat, makan, dan Twitter-an. Karena saya memasang alarm pukul 4 pagi, maka pada pukul 8 malam, saya langsung otw alam bawah sadar. Alhamdulillah saya gak susah tidur. Tapi karena sebelum tidur masih kepikiran UN esok hari, jadinya saya mimpi UN -___-

"Titit.. Titit.. Titit.." Kurang lebih seperti itu alarm membangunkan saya pada pukul 4 pagi. Dan sekali lagi kata yang pertama kali muncul di pikiran adalah "UN". Setelah mandi dan solat subuh, saya berangkat menuju SDN 02 Nagrak (Ya.. Numpang) tepat pukul 5 pagi. Alhasil, saya menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di SDN 02 Nagrak karena saya sampai sana pukul 05.40, sama seperti saya ketika sampai di Studio RCTI tiga minggu lalu (Ah sudahlah..)

Selang 30 menit saya menyendiri di balik tembok ratapan SDN 02 Nagrak, satu per satu teman-teman saya mulai berdatangan. Ekpresi mereka macem-macem : ada yang tegang banget, ada yang woles banget (baca : cengar-cengir). Salah satu teman dekat saya yang membeli kunci jawaban, menawarkan saya kunci jawaban tersebut secara cuma-cuma. Namun karena tempat duduk saya yang terletak tepat di depan pengawas, dengan berat hati saya menolak barang ilegal tersebut. 10 menit menjelang masuk, mendadak murid-murid pada berjejal di kamar mandi untuk saling berbagi kunci jawaban. Sangat disayangkan.. Posisi tempat duduk saya..


Tepat pukul 7, bel berbunyi. Para murid bergegas menuju ruangan masing-masing dengan ekpresi tegang tiada tara : keringat dingin, pucat, dan gelisah. Di dalam ruangan sudah terdapat 2 guru pengawas wanita dan kami cium tangan kepada mereka terlebih dahulu sebelum duduk. Setelah berdoa dan memberi salam, pengawas membaca tata tertib UN dan membagikan soal yang sudah menyatu dengan lembar jawabannya. Ya. Soal 20 paket dan lembar jawaban ber-barcode. Saya mulai mengisi identitas di lembar jawaban dengan sangat hati-hati dan setelah pengawas memisahkan soal dengan lembar jawaban dengan cara digunting, saya mulai mengerjakan soal pelajaran pertama, Bahasa Indonesia. Alhamdulillah soalnya lebih mudah dibandingkan soal-soal try out. Jadi, saya dapat menyelesaikannya dalam waktu kurang lebih 1 jam. Bel istirahat berbunyi dan kami dipersilahkan untuk beristirahat selama 1 jam. Memang terdengar cukup lama, tapi pada kenyataannya waktu 1 jam tersebut terasa sangat cepat karena kami habiskan dengan mengobrol dan bertanya-tanya kepada mereka yang memegang kunci jawaban. Ternyata kunci jawaban tersebut valid dan sesuai dengan paket. Namun menurut mereka kunci jawaban tersebut memakan waktu yang cukup banyak karena harus menyesuaikan jawaban dengan paket. Sampai saat ini saya masih bertanya-tanya mengenai dari mana asal kunci jawaban tersebut karena yang diekspos di media adalah UN 2014 dipastikan tidak ada bocoran dan kunci jawaban, kalau pun ada, dipastikan salah. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Soal-soal yang konon dikawal dan dijaga ketat oleh Kepolisian itu ternyata masih bocor.

Lanjut pelajaran kedua, Geografi. Kali ini menurut teman-teman saya, tidak ada kunci jawaban yang berhasil didapatkan, entah mengapa. Untuk pelajaran Geografi, Alhamdulillah saya juga dapat mengerjakannya dengan cukup lancar karena perjuangan saya kemarin (baca : Sistem Kebut Seharian). Dalam waktu sekitar 1 jam pula, soal Geografi dapat saya selesaikan. Waktu menunjukkan pukul 11.30 dan kami belum boleh meninggalkan ruangan sebelum bel berbunyi pukul 12.30. Akhirnya waktu luang selama 1 jam itu saya manfaatkan untuk.. Ya.. Molor.

Tepat pukul 12.30, kami dapat meninggalkan ruangan dan perasaan lega pun langsung saya rasakan ketika baru saja keluar dari ruangan. Namun sayangnya perasaan lega itu sirna ketika saya ingat bahwa mata pelajaran UN besok adalah Matematika dan Sosiologi.

Matematika memang selalu membuat saya galau. Namun tidak dengan Sosiologi. Maka, sesampai saya di rumah, saya langsung kembali berjuang dengan Sistem Kebut Seharian, tapi hanya untuk Sosiologi. Kalau Matematika, saya lebih memilih Sistem Pasrah Sepanjang Tahun.

Sunday, April 13, 2014

H-1 UN 2014!

Sebelumnya saya mau nyeritain dulu nasib KTP saya. Jadi, seperti yang dijanjikan Pak Dullah pada hari Kamis, saya bisa ke Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang untuk cap jempol dan foto. Pak Dullah juga ngomong bahwa pada hari itu KTP saya bisa langsung dicetak pada hari itu. Namun, Tuhan berkata lain. Setelah saya cap titit jempol dan foto, ternyata KTP saya baru bisa diambil pada hari Senin, Hari Senin saya UN. Tjakep. Tapi untungnya Pak Dullah janji mau ngambilin KTP saya dan dititipkan ke tante saya. Alhamdulillah. Ketika foto di kelurahan, saya berniat untuk mengenakan batik supaya terlihat rapi dan formal. Tapi karena faktor terburu-buru, jadinya saya foto pake kaos Noxa dan ada gambar tengkorak grind virus-nya -____-

Nah sekarang mari kita bercerita tentang UN. Biasanya saya kalo bangun pagi, yang langsung muncul dipikiran saya adalah inisial "S". Berbeda dengan pagi ini, yang muncul inisial "UN". Karena pada saat saya baru bangun pagi tadi, saya langsung menyadari bahwa UN 2014 akan dilaksanakan kurang dari 24 jam lagi! Dan persiapan saya belum tergolong cukup matang karena hanya baru beberapa pelajaran yang saya kuasai. Di antaranya : Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Sosiologi. Untuk Matematika, Ekonomi, dan Geografi, sejujurnya saya benar-benar belum siap. Tapi saya tetap percaya diri karena dengan berdoa, saya yakin kalo nanti saya ngisinya ngasal, pasti banyak yang bener! AAMIIN! Banyak yang bilang bahwa 2-3 hari sebelum UN berlangsung, sebaiknya jangan belajar. Dianjurkan untuk refreshing otak agar pada saat UN berlangsung, otak kita segar kembali. Tapi berbeda dengan saya. Seminggu sebelum UN saya gak belajar dan gak refreshing. Saya malah bolak-balik kelurahan ngurusin KTP -____- Pada pagi ini juga salah satu teman saya yang bernama Dwika atau yang biasa disebut Pak Kumis akan menginap di rumah saya selama UN berlangsung karena jarak rumahnya ke sekolah sangat jauh, sementara selama UN berlangsung, para murid diwajibkan untuk sampai di sekolah jam 6 pagi. Ada apa ya kira-kira? Hmm.. Saya pun bertanya-tanya.

Pada hari Kamis, beberapa teman saya pada heboh nge-BBM dan nge-DM saya di Twitter ngajakin beli kunci jawaban UN. Mengetahui hal itu, mustahil bagi saya untuk tidak tertarik. Namun, sayangnya dompet tidak mengizinkan dan terpaksa saya harus melupakan semua tawaran-tawaran menggiurkan itu. Kunci jawaban tersebut ditawarkan oleh salah satu oknum asal SMA X di Bekasi dengan harga awal yang cukup membuat kita jedotin pala ke tembok. Mereka menawarkan paket kunci jawaban UN 2014 IPA dan IPS seharga Rp. 20 Juta per angkatan! Dan semua itu tanpa sepengetahuan pihak guru dan kepala sekolah. Karena mungkin terlalu mahal, mereka mengubah perjanjian menjadi Rp. 250.000 per anak. Ternyata masih banyak yang merasa keberatan dan akhirnya diturunin lagi menjadi Rp. 200.000 per anak, baru deh pada mau beli. Saya pribadi kalau pun punya uang untuk membeli kunci jawaban tersebut, masih mikir-mikir karena takut ditipu. Daripada beli sesuatu yang 'ilegal', mending Rp. 200.000 saya pake buat beli martabak-toblerone-yang-sampe-sekarang-saya-belom-kesampean-untuk-nyobain itu. Jaminan yang diberikan oleh oknum adalah BPKB mobil dan yang mencurigakan adalah mereka memberikan BPKB mobil yang sama persis kepada sekolah "tetangga". Mencurigakan bukan? Tapi kalo saya pribadi lebih memilih untuk percaya kepada diri sendiri, sekalipun diri ini bego. Masalahnya, kalau pun saya mendapatkan kunci jawaban secara gratis, dengan UN 20 paket sistem barcode, kunci jawaban tersebut malah jadi menyulitkan.

Tapi saya gak mau munafik. Saya sempat nanya ke salah satu teman saya yang juga tidak membeli kunci jawaban, namun dia tahu informasi tentang siapa saja anak yang membeli kunci jawaban. Menurutnya, ada sekitar 8 anak IPS yang sudah menyerahkan uang kepada oknum. Dan beberapa di antara mereka adalah teman sekelas saya sendiri yang cukup akrab lah sama saya. Tapi pas saya tanya satu per satu via BBM dan DM Twitter, gak ada yang ngaku. Padahal saya gak ada niat untuk ngebocorin ke guru, kepala sekolah, atau pun pengawas UN nanti. Saya cuma mau minta 'cipratan' dikit aja. Matematika. Karena sejarah membutikan bahwa sejak TK dulu, untuk pelajaran Matematika dan pelajaran eksakta lainnya, saya terkenal sebagai siswa yang tolol.

Intinya, mau dapet kunci jawaban atau tidak, Insya Allah saya memaksa diri untuk siap secara lahir dan batin untuk menghadapi UN 2014. BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM.. YA ALLAH, permintaan hambu-Mu yang ganteng ini gak muluk-muluk kok. Cuma mau minta supaya nilai di ijazah 100 semua :) AAMIIN YA RABBAL ALAMIN :)

I AM FUCKING READY!!!