Replace UN 2014 : Day 1

Tuesday, April 15, 2014

UN 2014 : Day 1


Pada Minggu, 13 April lalu, saya cukup 'berdarah' karena memaksa diri untuk bersenang-senang dengan latihan soal Bahasa Indonesia dan Geografi. Pada Minggu kelam itu, saya belajar mulai pukul 9 pagi, hingga pukul 7 malam dan hanya berhenti untuk solat, makan, dan Twitter-an. Karena saya memasang alarm pukul 4 pagi, maka pada pukul 8 malam, saya langsung otw alam bawah sadar. Alhamdulillah saya gak susah tidur. Tapi karena sebelum tidur masih kepikiran UN esok hari, jadinya saya mimpi UN -___-

"Titit.. Titit.. Titit.." Kurang lebih seperti itu alarm membangunkan saya pada pukul 4 pagi. Dan sekali lagi kata yang pertama kali muncul di pikiran adalah "UN". Setelah mandi dan solat subuh, saya berangkat menuju SDN 02 Nagrak (Ya.. Numpang) tepat pukul 5 pagi. Alhasil, saya menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di SDN 02 Nagrak karena saya sampai sana pukul 05.40, sama seperti saya ketika sampai di Studio RCTI tiga minggu lalu (Ah sudahlah..)

Selang 30 menit saya menyendiri di balik tembok ratapan SDN 02 Nagrak, satu per satu teman-teman saya mulai berdatangan. Ekpresi mereka macem-macem : ada yang tegang banget, ada yang woles banget (baca : cengar-cengir). Salah satu teman dekat saya yang membeli kunci jawaban, menawarkan saya kunci jawaban tersebut secara cuma-cuma. Namun karena tempat duduk saya yang terletak tepat di depan pengawas, dengan berat hati saya menolak barang ilegal tersebut. 10 menit menjelang masuk, mendadak murid-murid pada berjejal di kamar mandi untuk saling berbagi kunci jawaban. Sangat disayangkan.. Posisi tempat duduk saya..


Tepat pukul 7, bel berbunyi. Para murid bergegas menuju ruangan masing-masing dengan ekpresi tegang tiada tara : keringat dingin, pucat, dan gelisah. Di dalam ruangan sudah terdapat 2 guru pengawas wanita dan kami cium tangan kepada mereka terlebih dahulu sebelum duduk. Setelah berdoa dan memberi salam, pengawas membaca tata tertib UN dan membagikan soal yang sudah menyatu dengan lembar jawabannya. Ya. Soal 20 paket dan lembar jawaban ber-barcode. Saya mulai mengisi identitas di lembar jawaban dengan sangat hati-hati dan setelah pengawas memisahkan soal dengan lembar jawaban dengan cara digunting, saya mulai mengerjakan soal pelajaran pertama, Bahasa Indonesia. Alhamdulillah soalnya lebih mudah dibandingkan soal-soal try out. Jadi, saya dapat menyelesaikannya dalam waktu kurang lebih 1 jam. Bel istirahat berbunyi dan kami dipersilahkan untuk beristirahat selama 1 jam. Memang terdengar cukup lama, tapi pada kenyataannya waktu 1 jam tersebut terasa sangat cepat karena kami habiskan dengan mengobrol dan bertanya-tanya kepada mereka yang memegang kunci jawaban. Ternyata kunci jawaban tersebut valid dan sesuai dengan paket. Namun menurut mereka kunci jawaban tersebut memakan waktu yang cukup banyak karena harus menyesuaikan jawaban dengan paket. Sampai saat ini saya masih bertanya-tanya mengenai dari mana asal kunci jawaban tersebut karena yang diekspos di media adalah UN 2014 dipastikan tidak ada bocoran dan kunci jawaban, kalau pun ada, dipastikan salah. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Soal-soal yang konon dikawal dan dijaga ketat oleh Kepolisian itu ternyata masih bocor.

Lanjut pelajaran kedua, Geografi. Kali ini menurut teman-teman saya, tidak ada kunci jawaban yang berhasil didapatkan, entah mengapa. Untuk pelajaran Geografi, Alhamdulillah saya juga dapat mengerjakannya dengan cukup lancar karena perjuangan saya kemarin (baca : Sistem Kebut Seharian). Dalam waktu sekitar 1 jam pula, soal Geografi dapat saya selesaikan. Waktu menunjukkan pukul 11.30 dan kami belum boleh meninggalkan ruangan sebelum bel berbunyi pukul 12.30. Akhirnya waktu luang selama 1 jam itu saya manfaatkan untuk.. Ya.. Molor.

Tepat pukul 12.30, kami dapat meninggalkan ruangan dan perasaan lega pun langsung saya rasakan ketika baru saja keluar dari ruangan. Namun sayangnya perasaan lega itu sirna ketika saya ingat bahwa mata pelajaran UN besok adalah Matematika dan Sosiologi.

Matematika memang selalu membuat saya galau. Namun tidak dengan Sosiologi. Maka, sesampai saya di rumah, saya langsung kembali berjuang dengan Sistem Kebut Seharian, tapi hanya untuk Sosiologi. Kalau Matematika, saya lebih memilih Sistem Pasrah Sepanjang Tahun.

No comments:

Post a Comment